Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap)

Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap)
Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap) Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap) Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap) Sunan An-Nasaa'i (Edisi Terjemahan Lengkap)
Terbitan: Penerbit Al-Mahira
Product Code: Al-Mahira
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 32.1 x 12.1 x 7.5

ISBN:
Availability: In Stock
Price: RM340.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Sunan An-Nasaa’i (Edisi Terjemahan Lengkap) | Judul Asal (‘Arab): Sunan An-Nasaa’i (Al-Mujtaba) | Penulis: Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa At-Tirmidzi rahimahullah (Wafat: 279H) | Penerbit: Al-Mahira | Berat: 3.5kg | Muka Surat: 1128m/s. [Disediakan oleh Atsar ent., www.atsar.ilmusunnah.com]


Ini adalah satu lagi kitab hadis berharga dalam rangkaian kutubus sittah (6 kitab hadis paling penting) karya Imam An-Nasaa’i rahimahullah (Wafat: 303H), atau nama lengkapnya Abu ‘Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib bin ‘Ali bin Bahr An-Nasa’i.

Kata Imam Adz-Dzahabi rahimahullah (Wafat: 748H):

“An-Nasaa’i adalah Al-Imam, al-hafiz (pakar hadis), Syaikh Al-Islam, pengkritik hadis, dan penulis kitab Sunan.” (Siyar A’lam An-Nubala’, 14/125)

Kitab ini diberi nama Al-Mujtaba atau Al-Mujtana oleh An-Nasaa’i, lalu dikenal pula dengan nama As-Sunan Ash-Shughra atau Sunan An-Nasaa’i oleh para ilmuan terkemudian.

Imam An-Nasaa’i telah menyusun kitab As-Sunan Al-Kubra. Kemudian ketika beliau kembali dari perjalanannya menuju Mesir dengan melalui Palestin, maka beliau singgah di Kota Ramalah. Gabernur di sana bertanya kepada beliau:

“Adakah semua hadis yang terdapat dalam Sunan-nya tersebut (As-Sunan Al-Kubra) adalah hadis yang sahih?” Beliau pun jawab, “Tidak.” Gabernur pun berkata:

“Maka pisahkanlah hadis yang sahih darinya.”

Maka Imam An-Nasaa’i pun meringkaskannya sebatas hadis-hadis yang beliau nilai sebagai sahih dan memberikan nama kitabnya yang baru itu dengan nama Al-Mujtaba atau Al-Mujtana yang juga dikenal dengan nama As-Sunan Ash-Shughra.” (lihat: Muqaddimah Syarh Sunan An-Nasaa’i oleh Imam As-Suyuthi, 1/3-5)

Al-Hafiz Ibn Rasyid mengatakan:

“Kitab An-Nasaa’i adalah kitab Sunan yang terindah pembahagiannya dan terbaik penataannya. Kitab beliau menggabungkan antara metodologi Al-Bukhari dan Muslim disertakan dengan banyak penjelasan ‘illat hadis.”

Secara umum, kitab An-Nasaa’i ini adalah kitab yang paling sedikit setelah Al-Bukhari dan Muslim dalam jajaran kutubus sittah yang memuatkan hadis dha’if dan perawi cacat (yang dikritik hadisnya). Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzi mendekatinya dalam kategori ini. Sedangkan dari sisi lain, Sunan Ibnu Majah pula berseberangan sekali dengannya, kerana ia bersendirian dalam meriwayatkan hadis dari orang-orang yang tertuduh berdusta.

Adapun perhatian dan tumpuan para ulama terhadap kitab-kitab ini, mereka mencurahkan perhatian dengan baik sekali sebagaimana kutubus sittah yang lainnya sama ada dari sisi sumber rujukan, kedudukannya, periwayatan, penyemakkan, dan penyalinannya.

Bagi edisi terjemahan ini, ia diterjemahkan dari kitab berbahasa ‘Arab tahqiq dan cetakan oleh penerbit Darussalam, dan penomboran (numbering) hadis-hadisnya adalah berdasarkan penomboran Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi dan no. hadisnya yang akhir adalah 5761.

Semoga bermanfaat.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net