Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Ensiklopedi Sahabat, Biografi dan Profil Teladan 104 Sahabat Nabi

Ensiklopedi Sahabat, Biografi dan Profil Teladan 104 Sahabat Nabi
Ensiklopedi Sahabat, Biografi dan Profil Teladan 104 Sahabat Nabi
Terbitan: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Product Code: Pustaka Imam Asy-Syafi'i
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 25.8 x 17.6 x 9.9

ISBN: 9786029183894
Availability: In Stock
Price: RM200.00 RM165.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Ensiklopedi Sahabat, Biografi dan Profil Teladan 104 Sahabat Nabi | Judul Asal (‘Arab): Ash-Habur Rasul | Penulis/Penyusun: Mahmud Al-Mishri | Tahqiq/Takhrij: -| Penterjemah: Syafarudin dan Darwis | Penerbit: Pustaka Imam Asy-Syafi’i| Berat: 3036g| Muka Surat: 3 Jilid lengkap (Hard cover) | Ukuran buku: 25.8cm (tinggi) x 17.6cm (lebar) x 9.9cm (tebal) | ISBN: 978-602-9183-89-4 |


Dari hadis ‘Abdullah bin Mas’oud, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3651. Muslim, no. 2533)

Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala. Mereka telah diberikan anugerah yang begitu besar yakni kesempatan bertemu, mendampingi, dan menemani Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Allah Ta’ala telah memilih mereka untuk mendampingi dan membantu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam menegakkan agama-Nya. Mereka adalah orang-orang pilihan Allah; tentunya mereka memiliki kedudukan istimewa di bandingkan manusia yang lain. Kerana Allah Ta’ala tidak mungkin salah memilih mereka.

Mereka adalah contoh, teladan dan qudwah dalam agama; iman, sikap, dan perjuangan mereka dalam kehidupan adalah pedoman buat kita. Pelbagai siri dakwah dan ilmu, istiqomah dalam ibadah, teladan dalam tata kehidupan, kekeluargaan, persahabatan, pekerjaan, sikap dalam pergolakan, keteguhan dalam pelbagai peperangan, dan banyak lagi aspek kehidupan telah mereka paparkan sebagai renungan dan teladan buat kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfiman:

وَالسَّابِقُونَ الأوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang paling awal masuk Islam (generasi sahabat) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dan mereka pun redha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Syurga-syurga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya; itulah kemenangan yang besar.” (Surah At-Taubah, 9: 100)

Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan siapa yang menentang Ar-Rasul (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (para sahabat Nabi), Kami biarkan mereka hanyut dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan mereka ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Surah An-Nisaa’, 4: 115)

‘Abdullah Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

إِنَّ اللهَ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَوَجَدَ قَلْبَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ، فَاصْطَفَاهُ لِنَفْسِهِ فَابْتَعَثَهُ بِرِسَالَتِهِ، ثُمَّ نَظَرَ فِي قُلُوْبِ الْعِبَادِ بَعْدَ قَلْبِ مُحَمَّدٍ، فَوَجَدَ قُلُوْبَ أَصْحَابِهِ خَيْرَ قُلُوْبِ الْعِبَادِ فَجَعَلَهُمْ وُزَرَاءَ نَبِيِّهِ يُقَاتِلُوْنَ عَلَى دِيْنِهِ، فَمَا رَأَى الْمُسْلِمُوْنَ حَسَنًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ حَسَنٌ، وَمَا رَأَوْا سَيِّئًا فَهُوَ عِنْدَ اللهِ سَيِّئٌ

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hati para hamba-Nya. Allah mendapati hati Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah hati yang paling baik, sehingga Allah memilihnya untuk diri-Nya dan mengutusnya sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati para hamba-Nya setelah hati Muhammad. Allah mendapati hati para sahabat beliau adalah hati yang paling baik. Oleh kerana itu, Allah menjadikan mereka sebagai para pendukung Nabi-Nya yang berperang demi membela agama-Nya. Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin (para sahabat), pasti baik di sisi Allah. Apa yang dipandang buruk oleh mereka, pasti buruk di sisi Allah.” (Musnad Ahmad, no. 3600)

Demikianlah, itulah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam...

Mereka bukan Malaikat, mereka juga bukan Nabi. Mereka adalah manusia biasa seperti kita, namun mereka memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. Mereka memiliki keimanan yang tegar, ketaatan yang mutlak, keikhlasan hati yang jernih dan kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya, melebihi kecintaan mereka terhadap apapun di dunia ini, termasuk terhadap diri mereka sendiri.

Mereka telah melakukan pengorbanan demi pengorbanan yang tiada tanding taranya, yang mereka persembahkan kepada Allah dan Rasul-Nya, sehingga mereka mencapai satu darjat kemuliaan yang tidak akan pernah dicapai oleh siapapun dan hingga bila-bila pun.

Mereka adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah setelah para Nabi, dan sebaik-baik umat dan generasi yang pernah ada di muka bumi. Mereka adalah manusia yang paling baik hatinya, paling dalam ilmunya, paling jauh dari kepura-puraan, paling lurus bimbingannya dan paling baik keadaannya. Mereka telah dipilih Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk mendampingi Nabi-Nya dan menegakkan agama-Nya. Mencintai mereka merupakan sebahagian dari agama, iman dan ihsan. Sedangkan membenci mereka merupakan kekufuran, kemunafikan dan kejahatan.

Mereka adalah Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Keberadaan mereka pada masa diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah suatu kebetulan. Tidak pula secara tidak sengaja terlahir di masa beliau, atau muncul begitu saja di saat itu. Akan tetapi itu semua sebahagian dari perancangan dan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan membaca buku ini, kita akan lebih mengenali dan lebih akrab dengan asal-usul pegangan kita yang sebenar dan sepatutnya, Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Kita akan rasa kekaguman yang amat, bagaimana mereka dapat mencapai tingkat keimanan sedemikian tinggi? Dunia tidak bererti dan berharga sedikitpun di mata mereka. Sehingga mereka lebih memilih kehidupan yang sukar dan perjuangan yang keras, demi meraih kehidupan yang sebenarnya dan kebahagiaan hakiki, kelak di negeri akhirat.

Dengan demikian, kita dapat menimba keteladanan dari mereka dan dapat mengukur kualiti keimanan kita kepada Allah, sehingga memotivasikan kita semua untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya.

Buku ini memulakan perbahasannya dengan tajuk-tajuk utama seperti Keutamaan-keutamaan umat Muhammad, Keutamaan para sahabat, Larangan mencaci para sahabat, dan diikuti dengan kisah-kisah, keutamaan, perjalanan hidup, keluarga, pujian, sifat/karektor, wasiat, sumbangan utama, nasihat, serta biografi para sahabat bermula dengan Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan seterusnya.

Marilah para pembaca sekalian, kita kenali dan cintai mereka. Ketahui-lah bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda:

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ القِيَامَةِ

“Di hari kiamat kelak, seseorang itu bersama siapa yang dia cintai.” (Sunan at-Tirmidzi, no. 3535. Dinilai sahih oleh At-Tirmidzi)

Semoga bermanfaat.

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net