Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Mukhtashar Latha-iful Ma-aarif, Waktu-Waktu yang Utama & Ibadah-Ibadah yang Istimewa Sepanjang Tahun

Mukhtashar Latha-iful Ma-aarif, Waktu-Waktu yang Utama & Ibadah-Ibadah yang Istimewa Sepanjang Tahun
Terbitan: Darul Haq
Product Code: Darul Haq (14/3)
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 21 x 14.6 x 1.2

ISBN: 9789791286152
Availability: In Stock
Price: RM20.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Mukhtashar Latha-iful Ma-aarif, Waktu-Waktu yang Utama & Ibadah-Ibadah yang Istimewa Sepanjang Tahun | Judul Asal (‘Arab): Mukhtashar Latha’iful Ma’arif | Penulis/Penyusun: Dr. Ahmad bin Utsman Al-Mazyad | Tahqiq/Takhrij: - | Penterjemah: Abdurrahman | Penerbit: Darul Haq | Berat: 377g| Muka Surat: 314 m/s. (Soft cover) | Ukuran buku: 21.0cm (tinggi) x 14.6cm (lebar) x 1.2cm (tebal) | ISBN: 978-979-1286-15-2 |


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

“Dan kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami lenyapkan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderanng, agar kalian dapat mencari kurniaan dari Rabb kalian, dan agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (Surah Al-Isra’, 17: 12)

Allah Ta’ala juga berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dia-lah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.”(Surah Yunus, 10: 5)

Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaitkan pengetahuan tentang bilangan tahun dan perhitungan waktu (hisab) dengan penetapan tempat-tempat orbitnya bulan. Ada juga yang berpendapat; Adalah dengan dijadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, kerana perhitungan tahun dan bulan diketahui dengan keberadaan (atau fasa serta kedudukan) bulan, manakala perhitungan hari dan minggu pula diketahui dengan keberadaan matahari, dan dengan keberadaan keduanya sempurnalah perhitungan waktu (hisab).

Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

“Agar kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.”

Yang dimaksudkan dengan “perhitungan waktu” di sini adalah perhitungan tentang apa-apa yang diperlukan oleh manusia berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan dalam agama dan dunia mereka; seperti waktu puasa, ‘Idul-Fitri, haji, zakat, nadzar, kaffarat, ‘iddah para isteri, waktu ‘ila’, waktu sewa-menyewa, dan waktu habis tempoh hutang-piutang mereka, serta hal-hal lainnya yang ditentukan waktunya dengan bulan dan tahun. Dan Allah menjadikan juga dalam bulan-bulan hijriyyah beberapa amalan yang disyari’atkan untuk hamba-hamba-Nya, seperti; puasa, zakat, dan haji, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan sebahagian bulan memiliki keutamaan atas sebahagian yang lain, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri dalam (bulan yang empat) itu.” (Surah At-Taubah, 9: 36)

Allah Ta’ala berfirman:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ

“(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.” (Surah Al-Baqarah, 2: 197)

Allah Ta’ala juga berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.” (Surah Al-Baqarah, 2: 185)

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah menjadikan sebahagian hari dan sebahagian malam lebih utama berbanding hari-hari dan malam-malam lainnya, dan menjadikan malam Al-Qadar lebih baik dari seribu bulan.

Allah ‘Azza wa Jalla juga telah bersumpah dengan “malam yang sepuluh”, yakni sepuluh (malam pertama) bulan Dzulhijjah menurut pendapat yang benar, sebagaimana yang akan dipaparkan pada tempatnya di buku ini. Dan tidak ada satu waktu dan ketika pun di antara waktu-waktu ini melainkan di dalamnya terdapat suatu amalan di antara amalan-amalan ketaatan kepada Allah Ta’ala yang digunakan untuk medekatkan diri kepada-Nya. Dan di dalamnya Allah memiliki suatu isyarat di antara isyarat-isyarat pemberian-Nya, yang Dia limpahkan kepada orang yang kembali dengan kurniaan dan rahmat-Nya.

Maka orang yang berbahagia adalah orang yang memanfaatkan detik-detik waktu dalam bulan, hari, dan jam, serta mendekatkan diri kepada Rabbnya dengan amalan-amalan ketaatan yang ada di dalamnya, maka semoga dia mendapatkan pemberian di antara pemberian-pemberian-Nya tersebut, sehingga dia berbahagia dengannya, suatu kebahagian yang setelahnya dia merasa aman dari api neraka dan hembusan panas di dalamnya.

Penulis telah berusaha sungguh-sungguh mengumpulkan di dalam buku ini amalan-amalan bulanan dalam setahun berupa ketaatan-ketaatan khusus yang ada pada bulan-bulan dan waktunya, seperti solat, puasa, dzikir, syukur, memberikan makanan, menyebarkan salam, dan selain itu berupa amalan orang-orang yang berbuat baik dan mulia; agar hal tersebut dapat menjadi bimbingan buat saudara-saudara kita berbekal menghadapi Hari Kebangkitan, serta menyiapkan diri dan bersiap-siap menghadapi kematian sebelum kematian tersebut datang.

Semoga buku ini dapat dijadikan sebagai bahan nasihat dan rujukan oleh para ahli ilmu dan juru bicara; kerana di antara amalan yang paling utama di sisi Allah, bagi orang yang dengannya menginginkan Wajah Allah, adalah membangunkan orang-orang yang tertidur dan mengingatkan orang-orang yang lalai. Allah Ta’ala berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ (55)

“Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang Mukmin.” (Surah Adz-Dzariyat, 51: 55)

Penulis telah menyusun himpunan amalan-amalan yang terkait dengan bulan-bulan dalam setahun mengikuti saat waktu-waktunya yang disyari’atkan Allah, disusun berdasarkan susunan bulan-bulan dalam tahun Qomariyah (hijriyyah); di mana penulis memulakannya dengan bulan Muharram dan menutupnya dengan bulan Dzulhijjah. Penulis menyebutkan bagi setiap bulan-bulan tersebut amalan-amalan yang disyari’atkan di dalamnya (berpandukan dalil-dalil yang benar), diikuti keutamaan bulan-bulan tersebut, atau jika bulan-bulan yang tidak memiliki amalan khusus tertentu padanya, maka penulis tidak menyebutkan sesuatu pun di dalamnya. Kemudian penulis menutupnya dengan amalan-amalan pada musim-musim yang terdapat dalam tahun Syamsiyah, yang terbahagi kepada tiga keadaan musim; tentang musim menuai, musim sejuk, dan musim panas.

Penulis menutup buku ini dengan perbahasan tentang taubat dan tuntunan agar bersegera melaksanakannya sebelum berakhirnya usia, kerana taubat merupakan amalan sepanjang hidup.

Penulis menamakan buku ini dengan judul (bahasa ‘Arabnya):

Latha’if Al-Ma’aarif fima li Mawaasim Al-Am min Al-Wazhaa’if (yakni secara makna: “Rincian pengetahuan tentang manfaat dan keutamaan-keutamaan mengikut musim bagi sepanjang tahun”).

Semoga bermanfaat.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net