Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Kisah Tragis Akhir hidup Orang-orang Zalim

Kisah Tragis Akhir hidup Orang-orang Zalim
Terbitan: Darul Haq
Product Code: Darul Haq (12/2)
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 21.1 x 14.7 x 0.7

ISBN: 9789791254953
Availability: In Stock
Price: RM15.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Kisah Tragis Akhir hidup Orang-orang Zalim | Judul Asal (‘Arab): Wa Madza Ba’da Azh-Zhulm | Penulis/Penyusun: Dr. ‘Abdul Hamid As-Suhaibani | Tahqiq/Takhrij: Penulis | Penterjemah: Izzudin Karimi| Penerbit: Darul Haq | Berat: 198g | Muka Surat: 168 m/s. (Soft cover) | Ukuran buku: 21.1cm (tinggi) x 14.7cm (lebar) x 0.7cm (tebal) | ISBN: 978-979-1254-95-3 |


Sesungguhnya, orang yang memberi perhatian pada kehidupan umat-umat dan bangsa-bangsa sebelum kita, khasnya orang-orang yang zalim dari kalangan mereka yang Allah Ta’ala binasakan, tentunya akan dapat mengambil banyak sekali nasihat-nasihat, pengajaran, dan pelajaran-pelajaran darinya. Bagaimana tidak, kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (111)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat ‘ibrah (pelajaran)  bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi Al-Qur’an itu membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya, meperjelaskan segala sesuatu, dan (sebagai) petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Surah Yusuf, 12 : 111)

Pada detik-detik akhir hidup orang-orang yang zalim dan bala kebinasaan yang menimpa mereka sebagaimana yang dipaparkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an mengandungi banyak sekali peringatan bagi mereka yang mampu merenungkannya, khasnya bagi kalangan manusia yang sombong dan suka menyelisihi perintah Allah.

Ya benar, orang-orang yang sombong yang tidak pernah merasa tenang hidup di dunia ini, kecuali setelah kedua matanya menyaksikan darah orang-orang beriman yang tidak bersalah mengalir di tangan para algojonya yang kejam...

Di saat yang sama dia melepaskan kendali dirinya, berbuat sesuka hati, menenggelamkan dirinya ke dalam kubangan syahwat dan syubuhat, melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencampakkan syari’at yang suci di belakang punggungnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9)

“Dan mereka menyiksa orang-orang Mukmin itu hanya kerana (orang-orang Mukmin itu) beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan Allah maha Menyaksikan segala sesuatu.” (Surah Al-Buruj, 85: 8-9)

Sahabat-sahabat di ruangan ini, bagaimanakah akhir kehidupan orang-orang zalim yang pernah memegang kekuasaan, bala tentera, dan harta yang menimbun banyaknya? Adakah mereka menguasai sebab-sebab kehidupan, kebahagiaan dan kemenangan? Adakah nama mereka dikenang sebagai wira dan tokoh teladan?

Atau bahkan sebaliknya Allah telah menimpakan bala kebinasaan atas mereka semuanya setelah mereka menyelisihi syari’at dan menzalimi masyarakat dalam tempoh yang panjang?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (40)

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab kerana dosa-dosanya; di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya ribut taufan (berserta batu-batu dari langit), ada di antara mereka yang ditimpa suara keras yang menggegar, dan ada di antara mereka yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada di antara mereka yang Kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.” (Surah ‘Al-Ankabut, 29: 40)

Begitulah sebahagian dari pengkahiran kehidupan setiap orang-orang yang zalim dan sombong dalam sejarah kehidupan manusia, dan yang tersisa hanyalah perlindungan Allah Ta’ala dan agama-Nya yang teguh lagi kuat. Ia adalah sebuah hakikat besar yang diberi perhatian oleh Al-Qur’an Al-Karim, di mana Al-Qur’an menetapkannya di dalam jiwa orang-orang beriman, yang dengan itu menjadi sebuah kekuatan yang lebih besar dari segala kekuatan yang berusaha membendung jalannya, kekuatan yang menginjak kesombongan orang-orang yang angkuh di muka bumi, menggoncang benteng dan kubu pertahanan mereka.

Hakikat besar ini sudah tertancap kuat di dalam setiap jiwa manusia, mengisi semua hati, menyatu dengan darah dan mengalir bersamanya dalam aliran darah, bukan sekadar kata-kata yang menghiasi bibir, bukan perkara yang perlu diperdebatkan, kerana ia sudah menjadi sebuah fitrah dalam hati semua manusia, tidak ada perasaan dan khayalan yang menghalanginya.

Kekuatan Allah adalah yang sebenarnya, pertolongan Allah adalah pertolongan yang sebenarnya, selain itu adalah lemah, kecil dan tidak bererti. Kepada-Nya-lah orang-orang yang beriman berlindung dan berserah diri.

Selain itu, buku ini (yakni buku yang kami terjemahkan ini), turut mengangkat beberapa perbahasan dari Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah (Wafat: 774H) dari kitab beliau; Al-Bidayah wan-Nihayah berkaitan pengakhiran hayat kehidupan orang-orang yang melampaui batas dan orang-orang yang zalim, dimulai dari Fir’aun dan kaumnya sampailah ke zaman hidup Al-Hafiz Ibnu Katsir rahimahullah.

Sesungguhnya, rangkaian kitab Al-Bidayah wa Nihayah adalah sebuah kitab besar yang sangat berharga dan bermanfaat bagi siapa yang mampu menelusuri dan merenungkannya.

Inilah yang menggugah kami untuk mengetengahkan sebahagian dari siri kisah-kisah yang penuh pengajaran dan pelajaran ini.

Di antara kisah-kisah yang diketengahkan melalui buku ini adalah:

1, Kisah Fir’aun dan bala Tenteranya,

2, Umayyah bin Kholaf,

3, Ka’ab bin Al-Asyraf,

4, Khalid bin Sufyan Al-Hudzali,

5, Al-Aswad Al-Ansi, si nabi palsu,

6, Al-Musailamah Al-Kadzdzab,

7, Al-Mukhtar bin Abu Ubaid,

8, Al-Hajjaj bin Yusuf, penguasa yang zalim,

9, kisah Khalifah yang fasiq dari kalangan bani Umayyah, Al-Walid bin Yazid bin ‘Abdul Malik,

10, Zakrawaih bin Mahrawaih, tokoh dari aliran Al-Qaramithah,

11, Al-Husain bin Manshur Al-Hallaj, tokoh sufi yang sangat ekstrim,

12, Al-Hakim bin Al-Mu’iz Asy-Syirazi, tokoh dari kalangan Syi’ah rafidhah.

Semoga bermanfaat.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net