Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Menangkal Ideologi Radikal, Menguak Sejarah, Pemikiran, dan Dalang Ekstremisme

Menangkal Ideologi Radikal, Menguak Sejarah, Pemikiran, dan Dalang Ekstremisme
Terbitan: Pustaka Imam Bonjol
Product Code: Pustaka Imam Bonjol (9(2))
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 17.6 x 12.5 x 1

ISBN: 9786027052864
Availability: In Stock
Price: RM10.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Menangkal Ideologi Radikal, Menguak Sejarah, Pemikiran, dan Dalang Ekstremisme | Judul Asal (‘Arab): - | Penulis/Penyusun: Zainal Abidin bin Syamsuddin | Tahqiq/Takhrij: Penulis | Penterjemah: Penulis | Penerbit: Pustaka Imam Bonjol | Berat: 174g | Muka Surat: 188 m/s. (Soft cover) | Ukuran buku: 17.6cm (tinggi) x 12.5cm (lebar) x 1.0cm (tebal) | ISBN: 978-602-705-286-4 |


Akhir-akhir ini muncul aksi radikal dan ekstrim yang sebahagian besar dilakukan oleh pemuda yang kacau jiwanya, menyimpang ‘aqidahnya, dangkal kaedah fikirnya, emosional yang tak tentu hala, tergesa-gesa dalam bertindak, keras dalam berdakwah dan semberono dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka berlepas diri dari para ulama rabbani dan meremehkan para ulama yang tidak sefahaman dengan mereka. Mereka menganggap aksi yang mereka lakukan suci dan jihad, manakala sesiapa yang menyelisihinya dianggap pengecut dan termasuk agen thaghut bahkan murtad.

Maksud mereka (dari kalangan para pemuda radikal ini) tindakan mereka tersebut adalah bertujuan mengangkat umat Islam dari kemunduran dan kehinaan, namun cara yang mereka lakukan adalah salah, tergesa-gesa dan semberono.

Hal ini hanya mengakibatkan citra dan stigma buruk bagi umat Islam, dan pihak yang mendapat manfaat dari aksi tersebut bukan Umat Islam tetapi kelompok yang anti dengan Islam. Melalui tindakan tersebut, muncullah pihak-pihak tertentu mengambil kesempatan dengan sengaja memperburuk citra Islam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا (20)

“Dan kami jadikan sebahagian kamu sebagai ujian bagi sebahagian yang lain. Mahukah kamu bersabar? Dan adalah Rabb-mu Maha melihat.” (Surah Al-Furqan, 35: 20)

Di antara persepsi yang tersebar di tengah-tengah masyarakat awam adalah para pelaku tindakan radikal ini merupakan kelompok berjanggut, kelihatan seperti ustaz, berjubah, dan berseluar singkat, kemudian mereka suka membid’ahkan kelompok yang lain, mereka dikenal dengan nama wahhabi dan seumpamanya.

Namun, Allah menghibur orang-orang yang istiqomah di jalan Allah dengan firman-Nya:

وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (65)

“Janganlah kamu sedih terhadap perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Surah Yunus, 10: 65)

Menurut sebahagian masyarakat jika pada zaman dahulu masjid dan sekolah-sekolah agama menghasilkan tokoh-tokoh Islam yang berkaliber, tetapi zaman sekarang, masjid dan sekolah-sekolah agama justeru dianggap melahirkan terorisme dan kaum radikal, sehingga banyak orang tua yang ragu untuk menghantar anak-anak mereka ke sekolah-sekolah agama dan merasa alergik terhadap masjid-masjid sehingga mereka terjauh dari agama yang benar akibat dari fitnah yang ditimbulkan golongan radikal tadinya.

Sehingga kelompok yang istiqamah pula hanya dapat mengadu:

فَقَالُوا عَلَى اللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ (85)

“Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim.” (Surah Yunus, 10: 85)

Ujian terhadap umat Islam khususnya dan Islam pada umumnya dari masa ke masa tidak pernah kunjung reda, permasalahan umat semakin berat dan memerlukan perhatian secara benar khasnya pada fokus pembentukan akidah dan manhaj beragama yang ampuh.

Kenapa fenemena fitnah seperti boleh terjadi? Tidak lain, semua ini terjadi atas kehendak Allah dengan sebab umat Islam itu sendiri yang meninggalkan ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah yang benar, serta akibat dari meninggalkan para ulama yang haq.

Di saat ilmu agama banyak dilupakan, kesabaran pun sukar didapati, orang yang mengikuti sunnah hanyalah sedikit, perbuatan bid’ah semakin berleluasa, kesatuan dan perpaduan menjadi goyah, perpecahan dan perselisihan pula mengambil alih, musibah datang silih berganti, darah manusia sangat mudah ditumpahkan, permusuhan pula bersemarak, jiwa-jiwa manusia menjadi kering, dan banyak pula tindakan kezaliman di sana sini.

Allah Ta’ala berfirman:

لِيَجْعَلَ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ فِتْنَةً لِلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ (53)

“Agar dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat.” (Surah Al-Hajj-53)

Sungguh, tidak ada jalan keluar dari pelbagai bentuk bencana dan malapetaka umat melainkan dengan kembali berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah, mempelajari kembali sirahnya, dan mengetahui bahawa kehancuran dan kehinaan umat Islam adalah sebuah realiti, yakni apabila mereka menjauhi petunjuk Nabi dan meninggalkan ilmu agama dan para ulama. Dengan demikian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menegaskan dalam sabdanya:

وَجُعِلَ الذِّلَّةُ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي

“Dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi mereka yang meninggalkan urusan (agama)ku.” (Musnad Ahmad, No. 5115, 5667)

Maka, untuk mengembalikan citra indah umat Islam dan kejayaan Islam hanyalah dengan tetap berkomitmen dalam menegakkan sunnah, kerana sunnah merupakan kunci keselamatan dan kemuliaan yang tidak akan padam cahayanya dan tidak akan kalah hujahnya.

Siapa yang berpegang teguh dengannya pasti terpelihara dan siapa yang menentangnya pasti menyesal. Dia adalah benteng yang paling ampuh, tiang yang paling teguh, yang jelas keutamaannya, kuat talinya sehingga siapa yang berpegang teguh kepadanya, pasti berkuasa, dan siapa yang menyelisihi pasti hancur serta siapa yang bergantung dengannya akan selamat di akhirat dan terhormat di hadapan manusia di dunia, walaupun mereka ini hanya sedikit jumlahnya.

Sebetulnya, untuk mengungkapkan pemikiran radikal dan aksi ekstrim dalam beragama haruslah dengan ilmiyah. Setiap kekerasan harus ditangani dengan bijak, penuh sabar, dan berbekal ilmu yang benar. Semoga kita beroleh manfaat dari apa yang bakal diungkapkan oleh buku ini.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net