Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Rumahku Masih Ngontrak, Kiat Membangun Rumah Hakiki di Surga

Rumahku Masih Ngontrak, Kiat Membangun Rumah Hakiki di Surga
Terbitan: Rumah Ilmu
Product Code: Rumah Ilmu (12(3))
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 20.6 x 14.6 x 0.5

ISBN:
Availability: In Stock
Price: RM9.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Rumahku Masih Ngontrak, Kiat Membangun Rumah Hakiki di Surga | Judul Asal (‘Arab): - | Penulis: Dr. Syafiq Reza Basalamah | Penerbit: Rumah Ilmu | Berat: 100gram | Muka Surat: 67 m/s. (Soft cover). [Disediakan oleh Atsar Ent. www.atsar.ilmusunnah.com]


Rumah adalah salah satu nikmat Allah yang sangat besar yang wajib disyukuri dengan sungguh-sungguh. Iaitu dengan mengakui ia dari pemberian Allahu ‘Azza wa Jalla, dengan memuji-Nya, dan dengan mentauhidkan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

“Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal...” (Surah An-Nahl, 16: 80)

Di ayat berikutnya Allah menjelaskan:

كَذَلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

“Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atas kalian agar kalian berserah diri (hanya kepada-Nya).” (Surah An-Nahl, 16: 81)

Namun sering sekali kita terlupa rumah yang kita diami ini merupakan kurniaan Allah yang tidak ternilai, kita pun terlupa memanjatkan syukur, tidak memujinya, selalu merintih, dan kurang pula semangat beribadah kepada-Nya.

Saat ini kita mungkin lalai dan dan kurang merasakan nikmatnya rumah yang sedang kita diami kerana yang sentiasa kita pandang adalah rumah-rumah indah nan mahal. Rumah para jutawan dan pembesar.

Cubalah sesekali kita bersiar-siar di bawah jambatan-jambatan besar, berjalan di lorong-lorong sunyi di ibu kota tatkala malam mengembun, menjenguk ke kaki-kaki lima sungai di ibukota saat datangnya subuh, di stesen-stesen bas, atau mungkin di tempat-tempat pembuangan sampah. Sesekali cubalah perhatikan baik-baik di sana... Para gelandangan tidur dan makan seadanya.

Duduk seketika bersama mereka, perhatikan mereka; gelandangan yang tidurnya beralas kotak, kerjanya mengemis dan menyelongkar tempat pembuangan sampah.

Andai kita masih punya hati...

Nescaya akan merasakan kenikmatan yang menyentap jauh ke lubuk jiwa. Tidakkah air mata menitis? Tidakkah rasa syukur datang meruntun? Tidakkah kita merasa besarnya nikmat yang kita miliki selama ini?

Berbeza jika kita hanya safar ke pusat-pusat pelancongan terkenal nan indah. Pusat-pusat pelancongan nan mahal! Tempat membeli belah bermacam barangan. Hanya yang indah-indah akan kita lihat... Sampai-sampai hati pun meruntun merasa tak puas-puas, tak cukup-cukup. Dek terpesona dunia nan memukau.

Sebagaimana dalam sebuah hadis, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengatakan:

لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ

“Kalau seandainya anak Adam diberi sebukit emas, nescaya dia akan mengharapkan lebih banyak bukit-bukit emas lainnya. Dan tidaklah yang memenuhi mulutnya melainkan tanah.” (Shahih Al-Bukhari, no. 6439)

Ubahlah pandangan! Ke tempat-tempat orang yang berada jauh di bawah. Tempat-tempat yang akan membuang sikap tak pernah rasa cukup. Darinya kita pun mengenal betapa besarnya pemberian Allah atas kita selama ini.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berpesan:

 إِذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إِلَى مَنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ فِي الْمَالِ وَالْخَلْقِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْهُ مِمَّنْ فُضِّلَ عَلَيْهِ

“Apabila salah seorang dari kalian memandang orang yang diberi kelebihan melebihi harta dan bentuk tubuhnya, hendaklah dia memandang orang yang lebih rendah daripadanya di mana dia diberi kelebihan berbanding orang tersebut.” (Shahih Muslim, no. 2963)

Di hadis yang lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Benar-benar beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapat rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan pula kepadanya sifat qona’ah (merasa cukup dan redha) dengan rezeki yang Allah berikan padanya.” (Shahih Muslim, no. 1054)

Baca lagi dari buku ini, sarana menggapai rumah impian, merasa cukup dengan pemberian-Nya.

Mengertilah... menyewa atau beli rumah, mewarisi mahupun membangun sendiri. Semua itu hakikatnya pinjaman dari Allah yang Maha Kaya. Semahal atau seindah manapun rumah kita... Kita hanya menumpang. Sampai saatnya, pasti kita tinggalkan.

Ambillah dari dunia ini sekadarnya, carilah apa yang kekal di sana, di negeri akhirat, kita bangunkan rumah kekal abadi di Syurga, di sisi Ar-Rahmaan.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net