Senarai Penerbit
Categories
Maklumat Akaun

Dapatkan Sekarang

Buku Poket Al-Wala' wal Bara', Cinta & Benci Kerana Allah

Buku Poket Al-Wala' wal Bara', Cinta & Benci Kerana Allah
Terbitan: Pustaka Ibnu Umar
Product Code: Pustaka Ibnu 'Umar
Ukuran Buku: (Tinggi x Lebar x Tebal)(cm) 10.5 x 15 x 0.3

ISBN:
Availability: In Stock
Price: RM6.00
Qty:     - OR -   Add to Wish List
Add to Compare

Judul: Al-Wala’ wal Bara’ Cinta & Benci Karena Allah | Judul Asal (‘Arab): Al-Wala’ wal Bara’ | Penulis: Maha Al-Bunyan Rahimahallah | Ta’liq/Takhrij/Tahqiq: - | Penerbit: Pustaka Ibnu ‘Umar | Penterjemah: | Berat: 45gram | Muka Surat: 64 m/s. (Soft cover)


Tulisan ini telah menunjukkan betapa besarnya sikap prihatin. Setelah memahami dan mendalami tauhid serta ‘aqidah yang benar, maka penulis telah menyusun pasal-pasal (atau bab-bab) perbahasan ini dan di dalamnya menjelaskan apa yang menjadi tujuan agama Islam berupa kasih-sayang, persaudaraan, dan kecintaan (atau loyaliti) kepada setiap muslim di setiap tempat.

Ukhuwwah Islamiyyah wajib atas setiap muslim agar saling tolong-menolong terhadap sesama saudara seagamanya, bersahabat dengan mereka lalu menyampaikan kepada mereka setiap kebaikan agama dan dunia, membela mereka dari tipu-daya musuh-musuh serta mengajarkan kepada mereka apa yang bermanfa’at bagi mereka di setiap keadaan dan tempat tinggal mereka.

Wajib bagi setiap muslim mewaspadai orang-orang kafir dan setiap musuh-musuh yang memasukkan rasa dengki dan permusuhan di antara sesama mereka. Demikian pula bagi setiap muslim agar menjauhi tipu-daya mereka dan berhati-hati dari jerat-jerat mereka agar tetap selamat di atas agama dan aqidah yang benar.

Jika kaum muslimin sentiasa demikian, dan menegakkan agama dengan benar, maka Allah Ta’ala telah menjelaskan bahawa Dia akan memuliakan penolong agama-Nya dari kalangan orang-orang yang beriman sebagaimana firman-Nya:

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ

Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Iaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka mendirikan solat, memengeluarkan zakat, dan memerintahkan dengan hal yang ma’ruf serta mencegah dari yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Surah Al-Hajj, 22: 40-41)

Allah Ta’ala telah membenarkan janji-Nya kepada mereka, memuliakan pasukan-Nya, mengalahkan para pasukan musuh, dan menampakkan agama-Nya di atas seluruh agama. Sepatutnya bagi setiap muslim untuk kembali kepada agamanya yang lurus, berpegang-teguh dengan mempelajarinya sehingga mereka beruntung dengan pertolongan Allah Ta’ala atas keteguhannya, dan hanya kepada Allah-lah kembali segala urusan.

Selawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, keluarganya dan para Sahabatnya.

Ketahuilah...

Kalimat tauhid mengandungi makna mengenal syari’at yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, membenarkan dengan hati, meng-iqrarkan dengan lisan, menjunjung tinggi dengan kecintaan dan ketundukkan, mengamalkannya dengan lahir dan bathin, dan mengajak manusia kepadanya dengan penuh kesungguhan dan kemampuan.

Kesempurnaan kalimat tauhid terletak pada cinta dan benci kerana Allah Ta’ala, memberi dan menolak kerana Allah Ta’ala, dan menjadikan Allah Ta’ala sebagai satu-satunya yang diibadahi.

Jalan kepadanya adalah ittibaa’, yakni hanya mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lahir dan bathin.

Kalimat yang agung –dengan pemahaman dan segala penzahirannya ini- seolah-olah lenyap dari manusia di zaman ini, melainkan bagi mereka yang disayangi Allah Ta’ala. Dan di antara pemahaman penting dari makna kalimat tauhid ini adalah, Al-Wala’ wal bara’ (yakni kecintaan serta kasih-sayang dan permusuhan serta berlepas diri).”

Kalimat tauhid tidak akan nyata di muka bumi ini melainkan dengan mempraktikkan al-wala’ wal bara’ ini. Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai wali (pemimpin atau teman setia); mereka satu sama lain saling melindungi. Sesiapa di antara kalian yang menjadikan mereka sebagai wali (pemimpin atau teman setia), maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Surah Al-Maa-idah, 5: 51)

Syaikh Muhammad bin ‘Atiq rahimahullah berkata, “Dalam Al-Qur’an, tidak ada hukum yang lebih banyak dan lebih jelas dalilnya berbanding hukum al-wala’ wal bara’ (loyalitas dan permusuhan), setelah kewajiban bertauhid dan haramnya syirik.”

Namun sangat disayangkan, banyak di antara kaum muslimin yang tidak memahami aqidah atau prinsip al-wala’ wal bara’ ini, sehingga mereka banyak melakukan perbuatan-perbuatan yang menunjukkan kecintaan (dan kasih-sayang) kepada kaum kafir, yang antaranya seperti:

1, Menyerupai kaum kafir dalam pakaian dan perkataan.

2, Tinggal di negeri kafir, tanpa usaha untuk berpindah ke negeri-negeri kaum muslimin untuk menyelamatkan agamanya.

3, Mengadakan perjalanan ke negeri-negeri kafir dalam rangka suka-ria dan bersenang-senang.

4, Menggunakan kalendar kaum kafir, khasnya kalendar-kalendar yang menjadi simbol kebesaran dan hari raya mereka.

4, Menamakan diri dan anak-anak dengan nama orang-orang kafir. Dan masih banyak lagi perbuatan-perbuatan lainnya yang bertentangan dengan aqidah al-wala’ wal bara’.

5, Meraikan, bergembira, menyambut, dan bersuka-ria dengan perayaan-perayaan kaum kafir yang pada hakikatnya perayaan-perayaan kaum kafir ini adalah termasuk sebesar-besar penzahiran kesyirikan dan kekafiran terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka merupakan hal yang sangat penting dan wajib bagi setiap kaum muslimin untuk mempelajari, mengambil tahu, sekaligus mempraktikkan aqidah al-wala’ wal bara’ ini dengan benar.

Semoga bermanfaat.

Semak Cara Membuat Belian dan Pesanan

Write a review

Your Name:


Your Review: Note: HTML is not translated!

Rating: Bad           Good

Enter the code in the box below:



© 2014 ATSAR Enterprise | Galeri Ilmu Ahli Sunnah. All Rights Reserved.

Website tuned by fidodesign.net